Tampilkan postingan dengan label iput and her mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iput and her mind. Tampilkan semua postingan

05 April 2009

Pemilu makin dekat, sudah punya pilihan?

Sekarang udah tanggal 5 april, pemilu udah maikn dekat tapi sampai sekarang saya masih belum tahu siapa yang akan saya contreng waktu pemilu nanti. Kalau calon presiden saya sudah punya pilihan tapi untuk calon legislatif saya belum punya pilihan. Saya mengenal beberapa orang yang mejadi calon legislatif DPRD Tingkat II tapi justru karena itulah saya jadi semakin ragu untuk memilih salah satu dari mereka. ^_^

Untuk calon legislatif DPR Pusat, DPRD I dan DPD saya sama sekali belum ada gambaran karena memang sedikit sekali calon legislatif yang sosialisasinya sampai ke daerah tempat tinggal saya. Kalaupun ada paling banter cuma spanduk atau banner-nya saja. Masa sih kita memilih orang yang nantinya jadi wakil kita hanya lewat spanduk, banner, atau stiker yang bertebaran disana sini? Ibaratnya kita membeli kucing dalam karung dong? (ceile..^_^)

Pengen banget sih golput tapi kalau sampai saya golput itu artinya saya ngga care sama masa depan Indonesia dong. Sama juga artinya saya ngga pengen ada kemajuan buat Indonesia. Kayanya saya mau contreng nama partainya aja deh tanpa contreng nama calon legislatifnya. Partai yang berbeda untuk tiap kertas suara. Ngga apa-apa kan? Masih tetep sah kan?hehehe

Oiya, saya sempat baca artikel di Suara Merdeka tanggal 24-25 Maret 2009 salah satu rumah sakit jiwa sudah mempersiapkan bangsal khusus bagi para calon legislatif yang hanya siap menang tapi ngga siap kalah trus akhirnya stres atau malah gila. Bangsalnya keren banget loh!! Kata pihak rumah sakit memang sengaja dibikin mewah seperti ruangan kantor di DPR. Jadi si pasien dibuat merasa sedang kerja di DPR.

Duh, pemilu sekarang emang serba ribet yah??

03 April 2009

Alhamdulillah, halal..

Good news nih buat yang hobi makan di Hoka Hoka Bento, sekarang udah ngga perlu takut lagisoalnya sekarang Hoka Hoka Bento udah halal. Berdasarkan keterangan di situs resminya www.hokahokabento.co.id pada tanggal 24 September 2008 Komisi Fatwa MUI sudah mengeluarkan sertifikat HALAL untuk Hoka Hoka Bento dengan nomor 00160048830908. Setelah melalui proses audit yang merupakan prosedur standar MUI, sertifikat ini telah diserah-terimakan ke pihak Hoka Hoka Bento pada tanggal 17 Oktober 2008. Sertifikat HALAL yang diterbitkan oleh LPPOM MUI Pusat berlaku untuk seluruh restoran Hoka Hoka Bento. Proses sertifikasi halal meliputi keseluruhan prosesnya mulai dari pemasok, pengangkutan dari pemasok ke logistik atau restoran, pengangkutan dari logistik ke restoran semuanya di sertifikasi HALAL. Dari yang saya ketahui masih banyak restoran lain yang belum punya sertifikat halal karena memang proses untuk mendapatkan sertifikat halal tidaklah mudah jadi hati-hati yah waktu pilih-pilih makanan. Halal ngga hanya dari bahan baku masakannya tapi meliputi seluruh proses mengolah bahan mentah menjadi masakan. Misalnya, sapi atau ayam harus dipotong sesuai dengan syariat Islam, saat dimasak peralatan yang digunakan untuk memasak juga perlu diperhatikan loh. Peralatan memasak yang dipakai bergantian untuk memasak makanan yang halal dan tidak halal juga mempengaruhi kehalalan makanan.

Masih soal halal, sekarang ini saya suka banget nonton acara Rahasia Sunnah yang tayang di Trans 7 tiap kamis ma jumat jam 17.30. Dari acara ini saya mendapatkan banyak pengetahuan yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya, karena meskipun saya sudah 4 tahun berjilbab masih banyak yang belum saya tau. Beberapa minggu lalu, dari acara itu juga saya baru tau sebabnya babi diharamkan. Tadinya saya pikir babi diharamkan karena babi itu binatang yang jorok, ternyata bukan itu sebabnya. Ternyata susunan kromosom dalam babi itu sama dengan susunan kromosom manusia sehingga kalau kita memakan babi itu berarti suatu tindakan kanibalisme. ^_^

13 November 2008

Setelah eksekusi..

Waktu denger Amrozi cs mau dieksekusi yang terlintas di kepala saya waktu itu, "pasti Cilacap jadi rame deh". Ternyata emang bener. Biarpun saya yang penduduk asli Cilacap Bercahaya ngga bisa ngeliat langsung keadaan disana karena ada beberapa urusan di Semarang, saya tetep bisa ngerasain kehebohan disana lewat berita-berita di tivi atau laporan langsung via telepon atau SMS dari Mama, hehehe.. Saya tahu pasti warga Cilacap ngerasa keganggu banget sama kehebohan yang terjadi selama pra-eksekusi Amrozi cs. Yang langung kena imbasnya mungkin nelayan yang jadi ngga maksimal lagi pendapatannya karena ada larangan untuk ngga deket-deket pulau Nusakambangan. Atau warga pulau Nusakambangan yang jadi ngga bebas keluar masuk pulau itu. Masih ada ibu-ibu yang jadi ketakutan gara-gara aparat kepolisian yang bertebaran disana-sini, baik yang berseragam maupun ngga, lengkap dengan senjata & panser. Kalo kata Mama saya sih, "serem, kaya mau perang!". Tapi saya maklum sekali dengan sistem pengamanan yang super duper lengkap seperti itu, soalnya biarpun Cilacap itu kota kecil tapi ada banyak lokasi strategis yang dikhawatirkan akan dibom sama pendukungnya Amrozi cs, seperti Pertamina UP IV & PLTU Cilacap.
Sekarang setelah trio bom bali itu dieksekusi, keadaan di Cilacap udah mulai normal lagi. Warganya udah ngga ngerasa terbatas lagi ruang geraknya atau ketakutan ngeliat banyaknya aparat lengkap dengan senjata & panser. Tapi ada satu hal yang membekas sekali buat saya. Terlepas dari aksi terorisme mereka, diem-diem saya salut loh sama trio bom bali ini. Saya salut atas keberaniannya memperjuangkan keyakinan bahwa mereka telah bertindak benar & bahkan berjihad demi Islam. Saya salut atas otak jenius Imam Samudra dalam merakit bom yang mungkin bisa dipakai seandainya suatu saat nanti Indonesia perang lagi ( Naudzubillah). Lebih dari itu saya salut atas keberanian mereka menyongsong kematian yang sayangnya sama dengan keberanian mereka membuat begitu banyak nyawa melayang. Sangat jauh berbeda dengan saya yang sampai sekarng sangat dengna kematian, takut bekal saya untuk dibawa ke kamar ukuran 2x1 meter itu belum cukup banyak..
Ada satu lagi yang sampai sekarang masih mengganggu pikiran saya, Apa memang bener-bener mereka pelaku bom bali itu?